Home Flores Timur Tenaga Kerja Asal Flotim di Jakarta dan Solo Pulang Kampung, Pemda Lakukan Karantina Terpusat

Tenaga Kerja Asal Flotim di Jakarta dan Solo Pulang Kampung, Pemda Lakukan Karantina Terpusat

Penulis: Wentho Eliando/ Editor: Arsen Jemarut

597
0
SHARE
Tenaga Kerja Asal Flotim di Jakarta dan Solo Pulang Kampung, Pemda Lakukan Karantina Terpusat

Keterangan Gambar : Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon, memberi keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (15/4/2020) siang.

Larantuka, Flores Pos — Meski sudah diimbau berulangkali, namun sedikitnya terdapat 20-an tenaga kerja asal Kabupaten Flores Timur (Flotim) yang bekerja di Jakarta, Provinsi DKI Jakarta dan Solo, Provinsi Jawa Tengah, dikabarkan “bale nagi” (pulang kampung halaman).

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Flotim melalui Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyiapkan lokasi karantina terpusat untuk 20-an tenaga kerja tersebut.

Hal itu disampaikan Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (15/4/2020) siang.

Baca juga: Pasar di Solor Masih Ditutup

“Ada informasi bahwa sore (Rabu, 15/4/2020) ini, 20-an orang tenaga kerja asal Flotim akan pulang. Mereka selama ini bekerja di Jakarta dan Solo dan di-PHK oleh perusahaan akibat covid-19,” kata Bupati Anton Hadjon.

Pemda melalui Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Flotim, kata Bupati Anton Hadjon, menyiapkan lokasi karantina terpusat untuk para pekerja yang pulang kampung tersebut dengan tujuan agar mereka dikontrol dan diawali secara terpusat.

Baca juga: Sehari Setelah Paskah, Pelaku Perjalanan di Flotim Mengalami Penambahan 219 Orang

“Karantina terpusat dilakukan demi menghindari penyebaran virus corona, apalagi mereka datang dari daerah terpapar.Saya sudah koordinasi dengan Camat Adonara dan karantina terpusat dilakukan di SDI Kolimasan," katanya.

Ketika tiba di Flotim, juga akan diterapkan protap kesehatan dan antar sampai di lokasi karantina terpusat. "Kita terima karena mereka sudah tiba, bukan berarti kita beri ruang mereka pulang. Kita harus amankan dengan karantina terpusat seperti eks penumpang kapal Lambelu selama 14 hari,” katanya.

Bupati Anton Hadjon terus mengimbau dan mengharapkan masyarakat tetap tenang, tidak risau dan tidak panik dengan situasi dan kondisi tersebut, karena cara dan upaya yang dilakukan oleh Pemda dengan menerima warga Flotim yang datang dari luar dan karantina terpusat.

“Masyarakat diminta tidak melakukan penolakan terhadap mereka yang pulang kampung di tengah wabah virus corona, tetapi tetap meningkatkan pengawasan di masing-masing wilayah termasuk  terhadap mereka yang menjalani masa karantina mandiri,” katanya.*