Home Flores Timur Pasar di Solor Masih Ditutup

Pasar di Solor Masih Ditutup

Penulis: Frans Kolong Muda/Editor: Arsen Jemarut

720
0
SHARE
Pasar di Solor Masih Ditutup

Keterangan Gambar : Ilustrasi perang melawan Covid19, karya Roby Watowai.


Larantuka, Flores Pos —  Pemerintah Flotim, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa di Solor sampai belum berani mengizinkan kembali beroperasinya semua pasar rakyat di Pulau Solor. Penutupan pasar tradisonal di pulau ini berlaku sejak Pemerintah Pusat mengeluarkan larangan bahwa semua warga masyarakat di tanah air tidak boleh berkumpul dalam jumlah banyak. Menghindari penyebaran virus corona, pemerintah sejak Senin (23/3) dan memasuki sebulan terakhir masih menutup aktivitas perekonomian masyarakat di semua pasar di Pulau Solor. 

Fakta menunjukkan, warga masyarakat Solor patuh terhadap larangan pemerintah agar tidak berkumpul banyak orang atau berkelompok dalam hajatan pesta, kedukaan orang meninggal dunia, beribadah, bekerja bersama, para siswa belajar di rumah. Berikut imbauan pemerintah agar seluruh warga tetap berada rumah dalam masa kritis masih meluasnya penularan pandemi Corona di Indonesia juga dipatuhi.

Baca juga: Sehari Setelah Paskah, Pelaku Perjalanan di Flotim Mengalami Penambahan 219 Orang

"Dampak dari kasus penyakit Corona ini, aktivitas atau kegiatan pasar rakyat di Pulau Solor terpaksa ditutup. Pasar Enatukan di Desa Nusadani, Kecamatan Solor Barat yang merupakan pasar teramai di Pulau Solor yang digelar setiap Rabu dalam pekan juga ditutup sejak Rabu (25/3) dan belum dipastikan kapan beroperasi kembali. Di Desa Nusadani, masih diberlakukan larangan keluar rumah bagi warga. Warga yang mau ke Larantuka hanya untuk urusan yang penting saja. Perantau yang pulang kampung dan orang luar yang datang di desa kami, harus dikarantina mandiri sesuai arahan pemerintah," lapor Kepala Desa Nusadani, Markus Mulai Keray kepada Flores Pos, Rabu (15/4/2020).  

Catatan Flores Pos, transaksi jual beli di pasar rakyat di Solor yang ditutup sementara sejak akhir Maret lalu yakni: Pasar Podor di Desa Lewohedo, Kecamatan Solor Timur yang digelar setiap Senin dan Kamis dalam pekan. Pasar ini sejak Senin (23/3) ditutup sementara bagi para pelaku dan pengunjung pasar menyusul adanya larangan pemerintah.

Baca juga: Hasil Rapid Test, 17 Orang Eks Penumpang KM Lambelu Asal Flotim Negatif Corona

Pasar Ritaebang di Kecamatan Solor Barat yang dibuka setiap Selasa dalam pekan, terhitung sejak Selasa (24/3) dihentikan sampai dengan saat ini. Pasar Enatukan di Desa Nusadani yang merupakan pasar teramai di Pulau Solor digelar setiap Rabu dalam pekan, mulai Rabu (25/3) ditutup setelah adanya pengumuman resmi dari Pemdes masing-masing di Solor Barat. 

Pasar Menanga di Kecamatan Solor Timur dan Pasar Kalelu di Kecamatan Solor Barat yang digelar setiap Jumat dalam pekan dan pasar Kowo di Kecamatan Solor Selatan yang dibuka setiap Sabtu dalam pekan ditutup sudah ditutup sementara  dan menunggu keputusan pemerintah untuk digelar kembali bilaman virus sudah mereda. 

Baca juga: Tuhan dan Solidaritas yang Tidak Biasa

Menindaklanjuti imbauan pemerintah atas, penjabat Kepala Desa Balaweling II, Kecamatan Solor Barat, Mace Tukan telah mengeluarkan pengumuman resmi yang disampaikan masing-masing Kepala Dusun lewat mimbar dusun perihal warga tetap berada di rumah dan dibatasi bepergian keluar kampung karena semakin meluas dan  meningkatnya pasien positif dan meninggal dunia  akibat virus Corona di tanah air. 

"Pasar sebagai tempat pertemuan orang banyak, sementara waktu ditutup untuk transaksi jual beli. Penutupan pasar bertujuan agar kewaspadaan seluruh warga dari ancaman virus Corona saat ini. Pemdes Balaweling II juga mengingatkan kepada seluruh warga masyarakat tetap berhati-hati dan mengatur jarak fisik saat bertemu dengan orang dari luar atau pendatang baru yang masuk ke desa. Jika ada warga perantau asal desa yang kembali dari Jawa atau kota besar sesuai dengan petunjuk pemerintah atas yang bersngkutan mesti dikarantina mandiri untuk beberapa waktu sembari melihat ada tidaknya gejala  Corona. Kewaspadaan sebagai tindakan preventik demi keselamatan jiwa kita dari virus serangan virus maut," kata Mace.*